Friday, March 22, 2013

Pesawat Penumpang Supersonik

Pesawat Penumpang Supersonik

Aerospatiale-BAC Concorde

Terbang Perdana : 2 Maret 1969
Kecepatan : Mach 2.02 ( 2.158 km/jam )
Mesin : 4x Rolls Royce/SNECMA Olympus 593 ( afterburning turbojet )
Penumpang : 92 - 128 penumpang

Aerospatiale BAC Concorde atau Concorde adalah pesawat supersonik buatan Inggris dan Prancis. Hanya 20 pesawat yang pernah dibuat. Concorde terakhir terbang pada tanggal 26 November 2003 dengan rute London - Bristol.

Tupolev Tu-144

Terbang Perdana : 31 Desember 1968
Kecepatan : Mach 2.15 ( 2.285 km/jam )
Mesin : 4x Kolesov RD-36-51 ( afterburning turbojet )
Penumpang : 70-140 penumpang

Tupolev Tu-144 adalah pesawat supersonik buatan Uni Soviet. Hanya 16 pesawat Tu-144 yang pernah dibuat. Tu-144 hanya digunakkan oleh maskapai Aeroflot dan juga digunakkan oleh NASA untuk percobaan.

Tugas seorang RAMP DISPACHTER


Tugas seorang RAMP DISPACHTER ?

1.      TUJUAN
Agar segala aktifitas yang dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan selama pesawat di darat dapat berlangsung dengan aman, tertib dan teratur sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku.
2.      LINGKUP
Berlaku bagi setiap petugas Ramp (Ramp Dispatcher) sebagai panduan dalam melaksanakan aktifitas keseharian.
3.   REFERENSI :
o       Airport Handling Manual ( IATA) 1998
o       Station Handling Manual
4.   TANGGUNG JAWAB :
·        Manager Operasi, Kadin Apron terkait (sesuai dengan Struktur Organisasi Cabang)   bertanggung jawab agar setiap aktifitas pesawat di darat baik untuk keberangkatan maupun kedatangan dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku.
·        Setiap petugas Ramp Dispatcher bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengkoordinasikan segala aktifitas ramp berkaitan dengan keberangkatan ataupun kedatangan pesawat.
5.   PROSEDUR :
o       Memeriksa persiapan semua perlengkapan kerja dan data-data sebagai berikut :
Q Radio komunikasi (HT dalam kondisi berfungsi dengan baik atau tidak)
Q Transportasi ramp (harus dalam kondisi berfungsi dengan baik)
Q Ramp check list
Q No penerbangan
Q Registrasi pesawat
Q Posisi parkir peswat
Q Type pesawat
Q Jumlah fuel
Q Jumlah penerbangan dan PBS (VIP, CIP, STRC Case dan kursi roda)
Q Pemesanan catering
Q Cargo (kondisi dan atau pelaksanaan pengepakannya)
Q Crew (jumlah crew aktif untuk masing-masing tipe pesawat)
o       Mengikuti briefing sebelum menjalankan aktifitas Ramp Handling.
o       Memeriksa dan mengkoordinasikan terhadap semua telex yang masuk yang berkaitan dengan operasi penerbangan yang akan ditangani.
o       Berkoordinasi dengan Departure Control mengenai estimasi waktu kedatangan maupun waktu keberangkatan pesawat.
o       Memastikan informasi jumlah awak pesawat yang aktif maupun tambahan.
o       Berkoordinasi dengan unit-unit terkait untuk memastikan kesiapan proses handling yang akan dilakukan.
o       Berkoordinasi dengan :
Q   Awak Kokpit / Kabin
Q     Petugas Boarding Gate untuk meyakinkan bahwa semua penumpang telah siap dipintu keberangkatan (boarding gate)
Q     Petugas penanganan kargo
Q     Petugas teknik di darat
Q     Operator GSE
Q     Petugas Catering
Q     Load Master
Q     Load Control
Q     Petugas Cabin Cleaning (cleaning service)
Q     Petugas Loading Unloading
Untuk meyakinkan bahwa pelaksanaan dilaksanakan sesuai dengan permintaan dan prosedur yang ada.
    • Menginformasikan ke unit-unit terkait sesegera mungkin apabila terjadi sesuatu diluar kebiasaan (irregularities)
    • Berkoordinasi dengan Cockpit / Cabin crew berkaitan dengan waktu mulainya pelaksanaan boarding
    • Mengkoordinasikan dengan petugas teknik/perawatan pesawat berkenaan dengan kondisi pesawat dan menginformasikan segera ke unit-unit terkait apabila terjadi perubahan waktu atau delay karena alasan teknik
    • Senantiasa berhubungan dengan petugas teknik untuk mengetahui secara persis lama waktu perryelesaian yang dibutuhkan untuk perbaikan pesawat dan segera menginformasikan kepada seluruh unit terkait agar dapat melakukan persiapan-persiapan yang dibutuhkan
    • Memastikan jumlah bahan bakar (fuel) yang diisikan ke pesawat dan menandatangani kolom isian pada form “Fuel Order” setelah proses refueling selesai
    • Memastikan bahwa proses refuelling berlangsung dan selesai pada rentang waktu yang ditentukan
    • Memeriksa dan memonitor aktivitas yang ada di sisi pesawat dan mempastikan bahwa proses bongkar muat selesai dalam rentang waktu yang ditentukan
    • Menginformasikan ke unit terkait perihal berat aktual dari bagasi, pos, kargo, ataupun muatan khusus lainnya (penumpang transit dll.)
    • Memeriksa dan memonitor jumlah aktual meal yang masuk (Catering Uplift)
    • Memastikan bahwa jumlah meal yang masuk sesuai dengan jumlah total penumpang
    • Memonitor proses pelaksanaan Cabin Interior Cleaning mulai dari waktu pelaksanaan sampai dengan kesiapan Cabin untuk proses boarding penumpang
    • Memeriksa kelengkapan Flight Document serta memastikan bahwa semua dokumen telah lengkap dan berada di pesawat paling lambat ETD-10 berupa :
Q Passenger Manifest
Q Cargo Manifest
Q General Declaration
Q Load sheet
·        Berkoordinasi dengan petugas boarding gate untuk memutuskan kesiapan pelaksanaan boarding
·        Berkoordinasi dengan Check-in Counter dan load control untuk memutuskan kemungkinan penambahan penumpang (stand by passenger / late check-in)
·        Memonitor proses transportasi penumpang apabila pesawat diparkir di Remote Area
·        Memonitor secara lengkap dan komprehensif segala aktivitas yang dilakukan pada saat handling pesawat dan mengisikan data akuratnya ke form “Ramp Handling Check List” dengan lengkap dan benar
·        Memastikan bahwa ETD-10 tidak ada aktivitas disisi pesawat
·        Memastikan bahwa Door Close dilaksanakan pada ETD-5 menit
·        Berkoordinasi dengan Departure Control untuk menentukan Delay Code (kode keterlambatan) berdasarkan kondisi aktual dilapangan
·        Berkoordinasi dengan unit terkait untuk mengakomodasi permintaan tambahan peralatan (misal : GPU, GTC, AC Car, tangga maintenance dll).

Pengertian Ground Handling


Pengertian Ground Handling



“Ground Handling” berasal dari kata “Ground” dan “Handling”. Ground artinya darat atau di darat, yang dalam hal ini di Bandara (Airport). Handling berasal dari kata Hand atau Handle yang artinya tangan atau tangani. To Handle berarti Menangani, Melakukan suatu pekerrjaan tertentu dengan dengan penuh kesadaran. Handling berarti Penanganan atau pelayanan (Service ot To Service, sehingga pada banyak kesempatan, kita sering menjumpai pemakaian kata “Ground Service”. Dan dalam banyak kasus. Kita juga sering menemukan kata “Ground Operation”, Baik “Ground Handling”, “Ground Service”, “Ground Operation” maupun “Airport Service”, pada dasarnya mengandung maksud dan pengertian yang sama, yaitu merujuk kepada “Suatu aktifitas perusahaan penerbangan yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para penumpang berikut bagasinya, kargo, pos, peralatan pembantu pergerakan pesawat di darat dan pesawat terbang itu sendiri selama berada di Bandara, untuk keberangkatan (Departure) maupun untuk kedatangan atau ketibaan (Arrival)”. Secara sederhana “Ground Handling” atau “Tata Operasi Darat” adalah pengetahuan dan keterampilan tentang penanganan pesawat di Apron, penanganan penumpang dan bagasinya di terminal dan kargo serta pos di cargo area.

  Ruang Lingkup Ground Handling
Ruang lingkup atau batasan pekerjaan “Ground Handling”, yaitu pada fase atau tahap :
1. Pre-Flight
Kegiatan penanganan terhadap penumpang berikut bagasinya dan kargo serta pos dan pesawat sebelum keberangkatan (di Bandara asal/Origin Station)

  Post Flight
Kegiatan penanganan terhadap penumpang beserta bagasinya dan kargo serta pos dan pesawat setelah penerbangan (di Bandara tujuan/Destination)
Atau dengan kata lain penanganan penumpang dan pesawat selam berada di Bandara. Secara teknis operasional, aktifitas “Ground Handling” dimulai pada saat pesawat “ taxi” (Parking Stand), mesin pesawat sudah dimatikan, roda pesawat sudah diganjal (Block On) dan pintu pesawat sudah dibuka (Open The Door) dan para penumpang sudah dipersilahkanuntuk turun atau keluar dari pesawat, maka pada saat itu para staff udara sudah memiliki kewenangan untuk mengambil alih pekerjaan dari “Pilot In Command (PIC)” beserta cabin crew-nya. Dengan demikian, fase ini kita namakan “Arrival Handling”. Dan sebaliknya, kegiatan atau pekerjaan orang-orang darat berakhir ketika pesawat siap-siap untuk lepas landas, yaitu pada saat pintu pesawat ditutp, mesin dihidupkan dan ganjal roda pesawat sudah dilepas (Block Off). Tanggung jawab pada fase ini (In-Flight) berada di tangan “Piloy In Command” beserta para awak kabinnya. Fase ini dikenal dengan istilah “Departure Handling”

Obyek yang ditangani oleh Ground Staff pada intinya, meliputi : penumpang (Pax), barang bawaan penumpang (Baggage), barang kiriman (Cargo), benda-benda pos (Mail), ramp dan aircraft. Sebagai sebuah proses penangana, maka muncul istilah : Passenger Handling, Baggage Handling, Cargo and Mail Handling dan Ramp Handling. Dimana baik ruang lingkup maupun obyek kegiatan tersebut harus mengacu kepada aturan yang telah ditetapkan oleh “IATA Airport Handlng Manual, 810 Annex A”, yang telah menetapkan sebanyak 14 section pelayanan standar atau 14 kegiatan.


   Tujuan Ground Handling

Ground Handling mempunyai tujuan atau target-target/sasaran-sasaran yang ingin dicapai, yakni :

1. Flight Safety
2. On Time Performance
3. Customer Satisfaction
4. Reliability
Tata Operasi Darat (TOD) atau Ground Handling mencakup antara lain :
Prosedur keberangkatan dan kedatangan penumpang
1.   Prosedur keberangkatan dan kedatangan cargo/mail
2.   Prosedur keberangkatan dan kedatangan pesawat udara
3.   Lay out sebuah airport
4.   Membaca ABC Guide, Time Table, Travel Information Manual (TIM)
5.   Cara menghitung flight time
6.   Cara memeriksa Paspor, Visa, Health Certificate, Tiket, Fiskal, Airport Tax
7.   Aircraft and the positioning of the transportation equipment
8.   Hal-hal yang berhubungan dengan pesawat udara :
·      Cleaning (membersihkan)
·      Catering (penyediaan makanan dan minuman)
·      Fuelling (pengisian bahan bakar)
·      Marshalling / parkir (memarkir pesawat)
·      Push back (alat pendorong pesawat)
·      Maintenance (pemeliharaan)

1 best seat yang dirahasiakan


Ternyata setiap pesawat punya 1 best seat yang dirahasiakan

image
Maskapai penerbangan mungkin tak ingin anda mengetahui ada satu kursi terbaik di dalam pesawat. Kursi nomor berapa?
Beberapa orang tak suka naik pesawat terbang, terutama mereka yang tak memiliki cukup dana untuk selalu menikmati first class. Kursi yang sempit dan tak nyaman, merupakan keluhan yang paling sering disampaikan. Belum lagi suara bising mesin yang seakan di sebelah telinga anda.
Tapi jangan mau merasakan tak nyaman lagi, begitu anda membaca survei dari situsSkyscanner. Mereka mendata lebih dari seribu penumpang, mencari kursi-kursi tertentu yang mereka pilih dan bagian mana di dalam pesawat yang ternyaman.

“Kursi paling populer adalah 6A. Posisinya pas untuk mereka yang ingin cepat keluar dari pesawat dan tak dekat dengan keributan toilet depan,” ujar salah satu editor Skyscanner, Sam Baldwin. Ia berharap, maskapai berbiaya rendah tak mulai menarik biaya ekstra untuk kursi tersebut.

Menurut Baldwin, penumpang biasanya memilih bagian kiri depan pesawat. Duduk di depan memang tak bising, karena suara mesin tak terdengar sekeras saat anda duduk di belakang. Kabarnya, duduk di depan juga berarti mendapatkan pilihan makanan yang lebih baik.image
“Mereka yang sering terbang (frequent flyer) menyatakan, bagian kiri merupakan yang terbaik karena jendela tak persis di tengah. Sehingga anda memiliki ruang untuk bersandar dekat jendela,” lanjutnya.

Sebanyak 45% responden menyatakan, bagian depan merupakan yang terbaik. Ada pula yang memilih tengah di bagian sayap, karena turbulansinya lebih kecil.image
Lalu kursi mana yang paling dibenci? Kursi yang dianggap menyebalkan adalah 31E di bagian belakang. Kursi itu tak dekat toilet dan pintu keluar belakang.

Sayangnya, survei ini tak menyertakan faktor kelonggaran kaki penumpang sebagai salah satu penentu kursi favorit. Namanya berbiaya rendah, kaki sudah pasti kram karena kursi berdekatan, dimanapun anda duduk.

image

Apa artinya VOR ?


Apa artinya VOR ?

Sebelum membahas lebih jauh soal praktikal dari penggunaan VOR, alangkah baiknya jika kita mengenal sedikit tentang sistem VOR itu sendiri.

VOR singkatan dari Very High Frequency (VHF) Omnidirectional Radio Range, merupakan salah satu sistem navigasi yang menggunakan gelombang radio dan digunakan oleh pesawat terbang. Frekuensi yang digunakan untuk navigasi adalah mulai dari 108 MHz – 117.975 MHz.

Di darat akan ada stasiun VOR untuk memancarkan gelombang radio dengan frekuensi yang berbeda-beda setiap stasiunnya. Berikut contoh gambar dari stasiun VOR (VOR Ground station) yang ada di darat.

Fasilitas ini bisa terpasang di mana saja, bisa juga terpasang di luar lingkungan airport. Meskipun fasilitas ini dapat berfungsi sebagai bantuan pendekatan (approach) pesawat ke landasan, namun perlu diingat bahwa tidak semua airport memiliki fasilitas ini. Beberapa airport masih menggunakan NDB (Non Directional Beacon), yang hanya bisa ditangkap menggunakan alat ADF (Automatic Direction Finder) di pesawat. Ada juga airport yang tidak memiliki kedua-duanya.

Fasilitas VOR ground station ada 3 macam:
  1.  VOR DME (Distance Measuring Equipment), VOR yang juga memiliki alat untuk memberikan informasi jarak pesawat dengan VOR station tersebut. Jarak yang didapat adalah jarak miring (slant range). Di bawah ini contoh mengenai slant range.

    Dari yang pernah saya pelajari, pesawat pada ketinggian 6,000 kaki tepat di atas stasiun VOR, maka di DME akan menunjukan jarak 1 NM. Hal ini dikarenakan pengukuran berdasarkan slant range. Jika berada pada ketinggian 12,000 kaki, maka DME akan menunjukan jarak 2 DME, dan seterusnya. Simbol untuk VOR DME, yang dapat ditemukan dalam aeronautical charts.
    image
  2. VOR. VOR yang tidak dilengkapi dengan DME. Simbol untuk VOR, yang dapat ditemukan dalamaeronautical charts.
  3. VORTAC. Singkatan dari Very High Frequency (VHF) Omnidirectional Radio RangeTactical Air Navigation Aid. Fasilitas ini biasanya digunakan oleh kalangan militer. Memberikan informasi yang lebih akurat dibanding dengan VOR DME.

    Simbol untuk VORTAC, yang dapat ditemukan dalam aeronautical charts.
Kita akan banyak mendengar kata ‘Radial’ dalam penggunaan VOR. Radial adalah signal yang dikirim oleh stasiun VOR di darat, yang dipancarkan ke semua arah  dalam lingkaran 360°. Untuk posisi pesawat terhadap suatu VOR pun menggunakan kata ‘Radial’.



Contoh gambar di atas, pesawat tepat berada di sebelah timur VOR atau di Radial 090. Jika masih tidak mengerti, bayangkan sudut 360° sebuah lingkaran, atau arah mata angin, atau kompas dengan utara selalu berada di posisi atas.

Jika pesawat tepat berada pada sisi Barat, maka pesawat berada pada Radial 270. Tidak perlu bingung dengan heading pesawat, karena penggunaan Radial hanya untuk memberitahukan posisi pesawat berada di sebelah mana dari stasiun VOR. Berikut instrumen indikator VOR yang ada di pesawat.



Omnibearing Selector (OBS) dapat diputar untuk menentukan course/ jalur yang dikehendaki, yang disejajarkan dengan Course index ▲.

CDI (Course Deviation Index) garis yang menunjukan deviasi pesawat terhadap suatu radial yang telah ditentukan. Garis ini akan bergerak ke kiri /ke kanan. Jika garis berada di tengah, maka pesawat sedang berada pada radial yang sudah dipilih.

Jika unreliable flag muncul, itu menandakan signal yang diterima tidak bisa diandalkan.

(Gambar atas) Off flag juga sama dengan unreliable flag. Tanda di mana signal VOR tidak dapat diandalkan.

Pesawat yang berada tepat di atas VOR Station, tidak mendapatkan signal VOR, sehingga Off flagakan muncul.
(Gambar bawah) Jika CDI bergeser penuh ke samping, maka CDI menunjukan posisi pesawat meleset 10° atau lebih, mengingat 1 titik bernilai 2°.

Garis lingkaran putih besar di tengah juga menunjukan 2°.


Untuk titik yang vertikal, digunakan untuk pendaratan ILS (Instrument Landing System), titik ini menunjukan deviasi glideslope. Ada juga indikator VOR yang tidak dilengkapi dengan fungsiglideslope, jadi hanya localizer saja. (Gambar bawah)



Untuk menentukan posisi pesawat terhadap radial dari VOR indicator instrument, pastikan anda sudah memasukan frekuensi yang benar, dan tidak ada NAV / Off flag / unreliable flag. Dengarkan kode morse dan cocokan ketepatannya.

Bandara Giblatar, Bandara Paling Gila di Dunia


Bandara Giblatar, Bandara Paling Gila di Dunia

Airport Gibraltar atau North Front Airport adalah airport sipil yang melayani wilayah Inggris di luar pulau di Gibraltar, sebuah semenanjung kecil dengan luas hanya 6,8 kilometer persegi. Kurangnya ruang datar pada Gibraltar berarti landasan pacu harus berbagi dengan jalan raya yang sibuk, Winston Churchill Avenue yang menuju perbatasan darat dengan Spanyol.batas tipis yang tampak antara hambatan lalu lintas kendaraan yang ditutup setiap kali pesawat mendarat atau take-off. Untungnya, itu bukan bandara yang sibuk. Hanya ada sekitar 30 penerbangan dalam seminggu, semuanya terbang dari dan menuju Inggris.









10 Bandara Terindah dan Termegah di Dunia 2012


10 Bandara Terindah dan Termegah di Dunia 2012

1. Beijing International Airport
Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing (Hanzi: 北京首都國際機場) adalah bandar udara internasional di Beijing, Republik Rakyat Cina. Bandar udara ini memiliki kode bandar udara IATA PEK. Bandara ini merupakan bandar udara kedua tersibuk di dunia.



2. Kansai International Airport, Osaka, Jepang
Bandar Udara Internasional Kansai {関西国際空港 Kansai Kokusai Kūkō)(IATA: KIX, ICAO: RJBB), adalah sebuah bandara internasional yang terletak di sebuah pulau di tengah-tengah Teluk Osaka, jauh dari pantai distrik Sennan di Osaka, Jepang. Bandara ini disebut juga sebagai Osaka Airport dalam bahasa Inggris, dan sebagai 関空 (Kankū) dalam bahasa Jepang (jangan dibingungkan dengan bandara lain bernama Bandar Udara Internasional Osaka yang terletak lebih dekat dengan kota Osaka).


3. Chek Lap Kok Airport, Hongkong
Bandar Udara Internasional Hong Kong (b. Inggris: Hong Kong International Airport atau HKIA) adalah bandara internasional yang melayani daerah Hong Kong, Republik Rakyat Cina dengan kode IATA HKG dan kode ICAO VHHH. Nama lain dari bandara ini adalah Bandara Chek Lap Kok.

Bandara ini terletak di pulau Chek Lap Kok dan sejak dibuka pada tahun 1998, menjadi salah satu pusat transit yang penting di dunia karena posisinya yang strategis. Bandara berkapasitas sebesar 45 juta penumpang dengan 3 juta ton kargo dan setelah landas pacu kedua dibuka pada Mei 1999, kapasitas meningkat menjadi 87 juta penumpang dan 9 juta ton kargo. Bandara yang menjadi pusat operasi Cathay Pacific, Dragonair, Air Hong Kong, CR Airways, dan Hong Kong Express ini mendapatkan penghargaan sebagai bandara terbaik dari majalah Skytrax selama lima tahun berturut-turut (2001-2005).

Saat ini terdapat 2 buah landas pacu dengan panjang 3.800 meter dan selebar 60 meter. Nama landasan tersebut adalah 07L/25R dan 07R/25L yang berarti bisa juga dibedakan sebagai landasan.


4. Marrakech Menara Airport, Morocco
Bandar Udara Internasional Menara (Bahasa Arab مطار مراكش المنارة) (IATA: RAK, ICAO: GMMX) di Marrakech, Maroko, ialah sebuah fasilitas internasional kecil yang menerima beberapa penerbangan dari Eropa, Casablanca dan beberapa negara Arab.

Landasan pacu bandara ini dapat didarati oleh Boeing 747


5. Incheon International Airport, Korsel
Bandar Udara Internasional Incheon (IATA: ICN, ICAO: RKSI) (Hangul: 인천국제공항; Hanja: 仁川國際空港) adalah bandar udara terbesar di Korea Selatan dan merupakan salah satu yang terbesar di Asia. Bandara ini menggantikan Bandara Internasional Gimpo yang sekarang distatuskan sebagai bandara domestik kecuali penerbangan international ke Bandara Internasional Haneda di Tokyo, Jepang dan Bandara Internasional Hongqiao di Shanghai, RRC. Berdasarkan survei dari Global Traveller bandara ini merupakan yang terbaik di dunia selama tiga tahun berturut-turut dari tahun 2006, 2007 dan 2008. Berperan sebagai bandara penghubung untuk kawasan Asia Timur, terdapat 63 maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ke bandara ini.


6. Denver International Airport, USA
Bandara Internasional Denver adalah bandara internasional Denver, Amerika Serikat dengan kode IATA DEN. Dengan luas 140 km2 (53 mil2), maka bandara ini menjadi bandara terluas di Amerika Serikat atau ketiga terbesar di dunia. Landasan pacu 16R/34L menjadi landasan pacu terpanjang yang dapat digunakan secara umum di Amerika Serikat.

Pada tahun 2009, Bandar Udara Internasional Denver merupakan bandara tersibuk ke-10 di dunia berdasarkan lalu lintas penumpang, yaitu sebesar 50.167.485 penumpang. Bandara ini juga menempati posisi ke-4 bandara tersibuk di dunia berdasarkan jumlah pergerakan pesawat, yaitu sebesar 600.606 kali.


7. Sondika Airport, Bilbao, Spanyol
Bandar Udara Bilbao (BIO/LEBB) merupakan bandar udara yang terletak di Bilbao, sebelah utara Spanyol.


8. Carrasco International Airport, Uruguay
Bandar Udara Internasional Carrasco General Cesáreo L. Berisso (IATA: MVD, ICAO: SUMU) adalah bandar udara terbesar di Uruguay yang melayani ibukota Montevideo. Bandara ini lokasinya di bagian barat laut kota Ciudad de la Costa di Departemen Canelones, yang berjarak 5 km dari Montevideo. Bandara ini melayani 1.236.415 penumpang tahun 2008, dan diproyeksikan akan melayani lebih dari 1.500.000 penumpang pada tahun 2010.


9. John F. Kennedy Airport, New York City, USA
Bandara Internasional John F. Kennedy (IATA: JFK, ICAO: EWR) adalah bandara internasional yang terletak di Jamaica, Queens kota New York, negara bagian New York, Amerika Serikat.

Bandara ini merupakan salah satu gerbang masuk ke Amerika Serikat dan merupakan penghubung utama JetBlue Airways yang terletak di Terminal 6. JFK juga dipakai sebagai penghubung kedua American Airlines yang terletak di Terminal 8 dan 9. Delta Airlines memakai bandara ini sebagai penghubung keempat terbesar mereka di Terminal 2 dan 3. British Airways memakai bandara ini sebagai penghubung kota London dengan frekuensi penerbangan 8 kali sehari dan United Airways memakainya dengan frekuensi penerbangan 16 kali sehari.

Bandara ini dioperasikan oleh Port Authority of New York and New Jersey. Port Authority of New York and New Jersey juga mengoperasikan Bandara Internasional Newark Liberty, Bandara LaGuardia, dan Bandara Teterbor.


10. Barajas Airport, Madrid, Spanyol
Bandara Internasional Barajas Madrid (IATA: MAD, ICAO: LEMD), terletak di timur laut pusat kota Madrid (40°28′20″LU,3°33′39″BB), adalah pintu gerbang internasional dan domestik terpenting di Spanyol. Bandara ini dibuka pada 1928, dan kini telah berkembang menjadi salah satu pusat penerbangan terpenting di Eropa.

Barajas berfungsi sebagai pintu gerbang ke jazirah Iberia dari seluruh bagian Eropa dan dunia, khususnya Amerika Latin. Pada 2005, 41.963.197 penumpang menggunakan Barajas; bandara ini menduduki peringkat ke-12 dunia—dan ke-5 Eropa—sebagai bandara paling sibuk.. Barajas adalah pusat (hub) utama dan basis pemeliharaan Iberia Airlines. Akibatnya, Iberia bertanggung jawab atas sekitar 60 persen lalu lintas di Barajas.